Mengasah kecerdasan ESQ ( Emotional Spiritual Quotient) dan IQ ( Intelligence Quotient)

Masa depan penuh Rintangan,Masa Depan Penuh Tantangan,Masa Depan Penuh Cobaan,Masa Depan Penuh Hambatan....Namun Dibalik Itu Penuh Kebahagiaan....!

Jumat, 03 Juli 2015

Tingkatan IQ Manusia


Apa sih IQ itu?
Intelegent quotient atau IQ ialah angka yang mana menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang yang dibandingkan dengan sesamanya dalam satu populasi.

Bagaimana caranya mengetahui tingkat IQ (Intellegent Quotient) seseorang ? Umumnya dilakukan melalui psikotest yang memiliki banyak metode atau cara. Namun, para ahli berbeda pendapat dalam menentukan ukuran soal tingkatan IQ manusia. Berikut ini klasifikasi tingkatan IQ manusia menurut pendapat beberapa ahli:

Klasifikasi IQ berbeda untuk setiap metode test yang digunakan.
  1. Stanford-Binet mengklasifikasikan nilai IQ normal yang berkisar diantara 85 – 115.
  2. Lewis Terman mengklasifikasikan nilai IQ normal pada kisaran 90 – 109.
  3. Wechsler mengklasifikasikan IQ normal pada angka 100 dengan nilai toleransi 15 (berarti 85 – 115).

Dikarenakan perbedaan ini, maka selain nilai IQ yang didapat, harus diperhatikan pula metode test apa yang digunakan.

Untuk klasifikasi umum, saat kita tidak mengetahui metode apa yang digunakan. Bisa menggunakan klasifikasi dibawah ini (hasil kompromi ketiga metode diatas).

70 – 79     =  Tingkat IQ rendah atau keterbelakangan mental
80 – 90     =  Tingkat IQ rendah yang masih dalam kategori normal (Dull Normal)
91 – 110   =  Tingkat IQ normal atau rata-rata
111 – 120 =  Tingkat IQ tinggi dalam kategori normal (Bright Normal)
120 – 130 =   Tingkat IQ superior
131 atau lebihTingkat IQ sangat superior atau jenius.

Dengan rata-rata IQ manusia normal adalah di kisaran angka 91-110, berikut ini adalah orang-orang yang mempunyai kecerdasan diatas rata-rata, mungkin sebagian dari mereka sudah kamu kenal sebelumnya:
- Leonardo da Vinci Universal Genius,asal Italy, IQ 220
- Johann Wolfgang von Goethe — Germany : 210
- Kim Ung-Yong, ilmuwan fisika, Korea Selatan : 210
- Gottfried Wilhelm von Leibniz — Germany: 205
- Blaise Pascal Mathematician & religious philosopher France: 195
- Garry Kasparov, pecatur Russia: 190
- Sir Isaac Newton Scientist England: 190
- Galileo Galilei Physicist & astronomer & philosopher Italy: 185
- Buonarroti Michelangelo Artist, poet & architect Italy: 180
- Johannes Kepler Mathematician, physicist & astronomer Germany: 175
- Johann Strauss Composer Germany: 170
- Martin Luther Theorist Germany: 170
- Plato Philosopher Greece: 170
- Ludwig van Beethoven Composer Germany: 165
- Johann Sebastian Bach Composer Germany: 165
- James Watt Physicist & technician Scotland: 165
- Wolfgang Amadeus Mozart Composer Austria: 165
- Bill Gates CEO, Microsoft USA: 160
- Albert Einstein Physicist USA: 160
- Paul Allen Microsoft cofounder: USA 160
- Nicolaus Copernicus Astronomer Poland: 160
- Benjamin Franklin Writer, scientist & politician USA: 160
- James Cook Explorer England: 160
- Stephen W. Hawking Physicist England: 160
- Wolfgang Amadeus Mozart: 154
- John Quincy Adams President USA: 153
- Bonaparte Napoleon Emperor France: 145
- Adolf Hitler Nazi leader Germany: 141

Namun daftar di atas hanyalah jumlah kecil saja dan tidak mencakup semuanya.


Penjelasan tingkatan IQ secara umum:

A. Idiot IQ (0-29)
Idiot merupakan kelompok individu terbelakang paling rendah. Tidak dapat berbicara atau hanya mengucapkan beberapa kata saja. Biasanya tidak dapat mengurus dirinya sendiri seperti mandi, berpakaian, makan dan sebagainya, dia harus diurus oleh orang lain. Anak idiot tinggal ditempat tidur seumur hidupnya. Rata-rata perkembangan intelegensinya sama dengan anak normal 2 tahun. Sering kali umurnya tidak panjang, sebab selain intelegensinya rendah, juga badannya kurang tahan terhadap penyakit.

B. Imbecile IQ (30-40)
Kelompok Anak imbecile setingkat lebih tinggi dari pada anak idiot. Ia dapat belajar berbahasa, dapat mengurus dirinya sendiri dengan pengawasan yang teliti. Pada imbecile dapat diberikan latihan-latihan ringan, tetapi dalam kehidupannya selalu bergantung kepada orang lain, tidak dapat mandiri. Kecerdasannya sama dengan anak normal berumur 3 sampai 7 tahun.Anak-anak imbecile tidak dapat dididik di sekolah biasa.

C.Moron atau Debil IQ / Mentally retarted (50-69)
Kelompok ini sampai tingkat tertentu masih dapat belajar membaca, menulis, dan membuat perhitungan sederhana, dapat diberikan pekerjaan rutin tertentu yang tidak memerlukan perencanaan dan dan pemecahan. Banyak anak-anak debil ini mendapat pendidikan di sekolah-sekolah luar biasa.

D.Kelompok bodoh IQ dull/ bordeline (70-79)
Kelompok ini berada diatas kelompok terbelakang dan dibawah kelompok normal (sebagai batas). Secara bersusah paya dengan beberapa hambatan, individu tersebut dapat melaksanakan sekolah lanjutan pertama tetapi sukar sekali untuk dapat menyelesaikan kelas-kelas terakhir di SLTP

E. Normal rendah (below avarage), IQ 80-89
Kelompok ini termasuk kelompok normal,rata-rata atau sedang tapi pada tingakat terbawah, mereka agak lambat dalam belajarnya, mereka dapat menyelesaikan sekolah menengah tingkat pertama tapi agak kesulitan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas pada jenjang SLTA.

F. Normal sedang, IQ 90-109
Kelompok ini merupkan kelompok normal atau rata-rata, mereka merupkan kelompok terbesar presentasenya dalam populasi penduduk.

G. Normal tinggi (above average) IQ 110-119
Kelompok ini merupakan kelompok individu yang normal tetapi berada pada tingkat yang tinggi.

H. Cerdas (superior) ,IQ 120-129
Kelompok ini sangat berhasil dalam pekerjaan sekolah/akademik. Mereka seringkali terdapat pada kelas biasa. Pimpinan kelas biasanya berasal dari kelompok ini.

I. Sangat cerdas (very superior/ gifted) IQ 130-139
Anak-anak very superior lebih cakap dalam membaca, mempunyai pengetahuan yang sangat baik tentang bilangan, perbendaharaan kata yang luas, dan cepat memahami pengertian yang abstrak. Pada umumnya, faktor kesehatan, ketangkasan, dan kekuatan lebih menonjol dibandingkan anak normal.

J. Genius IQ 140>
Kelompok ini kemampuannya sangat luar biasa. Mereka pada umumnya mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menemukan sesuatu yang baru meskipun dia tidak bersekolah. Kelompok ini berada pada seluruh ras dan bangsa, dalam semua tingkat ekonomi baik laki-laki maupun perempuan. Contoh orang-orang genius ini adalah Edison dan Einstein.

Uraian diatas menjelaskan tentang tingkat intelegensi dalam ukuran secara kognitif, pandangan lama menunjukkan bahwa kualitas intelegensi atau kecerdasan yang tinggi dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam belajar dan meraih kesuksesan.

Namun baru-baru ini telah berkembang pandangan lain yang menyatakan bahwa faktor yang paling dominan yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam hidupnya bukan semata-mata ditentukan oleh tingginya kecerdasan intelektual, tapi oleh faktor kemantapan emosional yang ahlinya yaitu Daniel Goleman disebut Emotional Intelegence (kecerdasan emosional).
Bedasarkan pengamatannya, banyak orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena kecerdasan intelektualnya rendah, namun mereka kurang memiliki kecerdasan emosional mekipun intelegensinya berada pada tingkatan rata-rata. Tidak sedikit orang yang sukses dalamnya hidupnya karena memilki kecerdasan emosional.

Kecerdasan emosional ini semakin perlu di pahami, dimilki dan diperhatikan dalam pengembangannya karena mengingat kehidupan dewasa ini semakin kompleks. Kehidupan yang sangat kompleks ini memberikan dampak yang sangat buruk terhadap konstelasi kehidupan emosional individu. Dalam hal ini Daniel Goleman mengemukakan hasil survei terhadap para orang tua dan guru yang hasilnya bahwa ada kecenderungan yang sama di seluruh dunia, yaitu generasi sekarang banyak mengalami kesulitan emosional daripada generasi sebelumnya, mereka lebih kesepian dan pemurung, lebih bringasan dan kurang menghargai sopan santun, lebih gugup dan mudah cemas, lebih impulsif dan agresif.

IQ – Deskripsi – % dari Populasi dunia
130+ – Sangat superior – 2.2%
120-129 – Superior – 6.7%
110-119 – Rata-rata plus – 16.1%
90-109 – Rata-rata – 50%
80-89 – Rata-rata minus – 16.1%
70-79 – Garis batas – 6.7%
Below 70 – Sangat rendah – 2.2%


CARA MENGETES IQ SECARA ONLINE

Nah, buat kamu-kamu yang penasaran ingin mengetahui berapa tingkat intelejensi diri kamu , berikut caranya:
  1. Jika kamu mau mencoba jujur, sebelum mengikuti test ini tidak perlu belajar apapun.
  2. Test ini menggunakan bahasa asing, tapi jangan kuatir, kamu pasti bisa.
  3. Clue-nya, kamu cuma disuruh berpikir dan memilih. Tidak perlu bawa kamus atau buka gugeltranslate. 
  4. Yang pasti ini butuh koneksi ke internet. Karena test dilakukan secara online.
  5. Kalo sudah siap, silakan kunjungi link berikut ini:
  1. Klik/pilih English -> kemudian Start
  2. Jawab semua pertanyaan walaupun tidak tahu.
  3. Kamu hanya mempunyai waktu 40 menit untuk menjawab 39 pertanyaan. Jadi, hanya diberikan kesempatan satu menit untuk menjawab setiap pertanyaannya.
  4. Setelah 39 soal selesai dikerjakan, klik Menu lalu Send.
  5. Hasilnya adalah jumlah IQ anda sebenarnya. Dan silahkan buka kembali tabel klasifikasi umum diatas, kamu masuk golongan yang mana?
  6. Setelah keluar hasilnya, jangan lupa buat teman-teman balik kesini dan tinggalkan komentar dengan menunjukkan HASILNYA berapakah tingkatan  IQ anda saat ini  hehee 


---- SELAMAT MENCOBA ----



Dari berbagai sumber.

Selasa, 30 Juni 2015

KEMANA KU HARUS PERGI
1.     Alam Roh
Sebelum Allah SWT menciptakan manusia Dia menciptakan Akal dan Nafsu terlebih dahulu. Penciptaan Akal dan Nafsu sangat berbeda, Inilah penciptaan Akal dan nafsu yang diambil dari hadits Qudsi.
Allah SWT berfirman kepada Nafsu ‘’ Hai Nafsu menghadaplah kamu kepda-Ku ‘’. Kemudian tanpa berkata sepatahpun Nafsu menghadap Allah SWT. ‘’ Siapakah Aku dan siapakah kamu? ‘’ Firman Allah. ‘’ Aku adalah aku dan Engkau Adalah Engkau.’’ Nafsu menjawab dengan sombongnya. ‘’ Hai malaikat  masukkan Ia ke dalam Neraka selama 100 tahun.’’ Firman Allah kepada malaikat penjaga Neraka.Setelah 100 tahun diangkat dari Neraka dan kembali menghadap Allah SWT. Allah berfirman, ‘’Hai Nafsu, jawab Aku. Siapa Aku dan siapa kamu?’’.Nafsu pun menjawab, ‘’Aku adalah aku, Engkau adalah Engkau’’. Jawab Nafsu masih belum sadar. Kemudia Allah SWT memasukkan kembali Nafsu kedalam Neraka selama 100 tahun lamanya. Kemudian Nafsu diangkat lagi dan ditanya, “ Hai Nafsu, siapakah Aku dan siapakah kamu? ’’, Firman Allah. ‘’ Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau. Lalu Allah memasukkan lagi dia ke dalam Neraka selama 100 tahun lamanya. Setelah tiga kali dimasukkan ke dalam Neraka akhirnya Nafsu mengakui bahwa Allah adalah Tuhannya dan Dia adalah Hamba-Nya.
Kemudian Allah SWT memanggil Akal, ‘’ Hai Akal menghadaplah kamu kepada-Ku ‘’. ‘’ Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah ’’ Jawab Akal dengan sangat gembira. ‘’ Siapa Aku dan Siapa kamu? ’’ Firman Allah SWT. ‘’ Aku adalah Hamba-Mu yang lemah dan dan Engkau adalah Tuhanku ‘’. Kemudian Allah memasukkan dia ke dalam Syurga-Nya.
2.     Alam Rahim
Sejenak aku berpikir,hampa  jiwaku ketika terlintas di benaku pertanyaan yang sangat mudah namun sulit untuk kujawab, ”Kemana aku harus pergi?”. Lantas teringat sejenak ketika ku duduk di bangku SMA mengenai siklus hidup.
Siklus hidup manusia sangat singkat.Dari mulai sperma yang membuahi sel telur ibu kemudian berkembang menjadi embrio dari embrio menjadi bayi yang siap lahir ke dunia.Dari bayi menjadi anak-anak kemudian dewasa kemudian menjadi tua tak berdaya setelah itu mati.Kita sebagai manusia terkadang merasa bingung untuk menentukan tujuan hidup kita setelah apa yang sudah kita impikan tercapai.
Ketika sperma yang dipancarkan dari sang ayah untuk membuahi sel telur yang ada di rahim ibu,ketika  itu mereka mempunya tujuan tidak lain untuk memperebutkan sel telur.Sebagai pemenangnya hanya kita yang mampu memperebutkan sel telur itu dari bermilyar-milyaran sel telur. Hanya kita yang hidup yang lain gugur. Namun ketika kita sudah terlahir ke dunia dan sampai dewasa ini kita masih bingung apa sebenarnya tujuan hidup kita, mau dibawa kemana kita dalam hidup ini dan untuk apa kita hidup.
Pertanayan-pertanyaan itu sangat sederhana namun membingungkan para pakar dan Ilmuwan, profesor dan insinyur.orang-orang yang hidup bergelimangan hartapun kebingungan sekilas mengetahui pertanyaan itu.
Mereka yang setiap hari pergi ke sekolah hanya punya tujuan untuk mendapatkan nilai yang terbaik agar mudah masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).Mereka yang setiap hari sibuk kuliah berharap mendapatkan Indeks Prestasi Komulatif ( IPK ) di masa akhir studinya agar mudah mencari pekerjaan yang layak.Mereka yang setiap hari pergi bekerja berharap mendapatkan apa yang mereka kejar.pangkat dan jabatan,harta yang melimpah,istri yang cantik namun setelah semua yang mereka impikan tercapai apa lagi yang mereka kejar semuanya sudah mereka dapatkan.Mereka mengikuti keinginan mereka bukan kebutuhan.
Ketika kebutuhan mereka sudah terpenuhi,mereka masih belum puas dengan keinginan yang mereka dapatkan.Kebutuhan manusia memang tidak terbatas jika kita tidak bisa mengendalikan emosi kita.
Terkadang kita masih belum tahu apa sebenarnya yang hendak kita tuju. Kenalilah diri kita sendiri.Di bawah ini ada tiga pertanyaan yang akan membawa kita ke dunia yang berbeda:               
1.       Siapa kita sebenarnya?
2.       Untuk apa kita hidup?
3.       Kita hidup mau dibawa kemana?
Kita adalah manusia yang diciptakan oleh sang khalik yaitu Allah SWT.Dia mencitakan kita pasti mempunya maksud dan tujuan.Lalu untuk apa kita diciptakan padahal Dia tidak butuh kita akan tetapi kita yang membutuhkan dia.Kita diciptkan untuk menyembah Dia hanya untuk menyembah Dia.
Dalam Firman-Nya: “ Tidaklah Aku menciptkan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (Q.S : At Tahrim)
Tidak hanya itu Dia menciptakn kita untuk menjadi khalifah ( pemimpin ) di bumi.
Ingatlah,ketika Allah berfirman kepada para malaikat ’Aku hendak menciptkan ( khalifah ) manusia di muka bumi ‘ kemudian malaikat berkata ‘ mengapa Engkau hendak menciptakan manusia yang akan menumpahkan darah di muka bumi padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji-Mu ‘ Allah berfirman,’ Aku mengetahua apa yang kamu tidak ketahui ’. “ (Q.S.Al Baqoroh : 30)
Tujuan akhir dalam hidup adalah kematian, kematian selalu datang kepada kita. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Namun bagaimana kita membekalinya untuk hidup di masa yang akan datang. Iman adalah salah satu bekal hidup yang wajib dimiliki oleh setiap manusia. Iman adalah mutiara yang ada di dalam hati kita. Iman datang ketika kecerdasan emosional kita dibangun oleh hal-hal yang positif.
A.      Alam Kubur ( Yaumul Barjakh )
Akhir dari tujuan hidup manusia yaitu mati. Ketika mati datang menjemput kita maka ada tujuan-tujuan lain di alam yang berbeda yang harus kita lalui yaitu alam kubur yang pada saat kita tinggal di dalamnya untuk pertama kali kita ditanya oleh dua orang asing utusan sang Ilahi yaitu malaikat Munkar dan Nakir.Kemudian setelah itu kita menunggu untuk jangka waktu yang lama di dalam kubur untuk kedatang hari Akhir ( Yaumul Kiyamah ).
Bagi kita orang-orang beriman yang baik amalnya menunggu waktu itu tidaklah lama hanya satu hari saja bahkan ada yang merasa hanya satu jam saja. Namun bagi mereka yang kafir untuk menunggu waktu itu sangat lama.  Mereka mendiami alam kubur yang gelap gulita tanpa sanak saudara.
B.      Hari Kebangkitan ( Yaumul Kiyamah )
Tibalah saatnya waktu yang ditunggu-tunggu yaitu hari kiamat di mana ketika hari itu makhluk Allah yang terakhir mati  yaitu malaikat Ijro’il. Dia mencabut nyawanya sendiri atas perintah sang Maha Kuasa,Dan makhluk Allah yang pertama kali dibangkitkan yaitu malaikat Isrofil. Dia meniup ’’ Sangkakala ‘’ atas perintah Allah SWT untuk membangkitan manusia yang sudah lama tertidur di alam kubur, mereka semua bangkit dalam kuburnya untuk berkumpul menghadap Allah SWT.Hari itu adalah hari dimana semua umat para Nabi berkumpul. Mulai dari umat Nabi Adam As. Sampai umat Rasulullah SAW. Mereka semua berbaris rapi untuk menghadap Allah SWT. Tidak ada yang berbicara sepatahpun kecuali yang diijinkan Allah. Hati mereka bimbang dan was-was dan mereka lupa akan sanak saudaranya sewaktu di dunia. Semua tidak ada yang memakai pakain sehelaipun waktu itu, walaupun demikian mereka tidak akan sempat melihat hal itu.
Di hari itu wajah-wajah mereka bermacam-macam tergantung amal dan perbuatan sewaktu di dunia. Ada yang berwajah babi, kera, harimau, ular, setengah iblis, dll. Mereka tidak mengenal satu sama lain, namun Rasulullah mengenali wajah umatnya karena umat beliau senantiasa memancarkan cahaya dari wajah-wajah mereka karena bekas air wudhu.
C.      Jembatan Shirath ( Shirathal Mustakim )
Setelah itu mereka semua digiring untuk menyebrangi jembatan ‘’ Sirath atau Sirathol mustakim ‘’  yang dielengkapi dibawahnya bara api Neraka yang menyala-nyala seakan-akan ingin memakan manusia yang melewatinya. Barangsiapa yang jatuh kebawahnya maka rugilah ia. Jembatan itu selebar rambut kita yang dibelah menjadi tujuh bagian dan panjang jembatan itu sepanjang perjalanan 1000 tahun, sangat penjang dan sangat tipis tidak mungkin untuk dilalui manusia. Namun bagi orang-orang yang baik amalnya mereka berjalan secepat kilat menyambar dan sekejap mata, mereka tak goyah sedikitpun. Bagi mereka yang kafir, sangat lama dan pasti jatuh.
D.      Hari Perhitungan ( Yaumul Hisab )
Kemudian dibawalah mereka semua ke ( Yaumul Hisab ) yaitu hari perhitungan dimana semua amal dan perbuatan kita dihitung dan ditimbang dengan sangat teliti. Dan orang yang paling lama dihisab adalah orang yang banyak hartanya ( orang kaya ) sewaktu di dunia. Ketika amal perbuatan baik kita lebih berat disbandingkan dengan amal jahat kita maka kita menjadi orang beruntung. Kita berhak mendapatkan ganjaran Surga Allah untuk selamanya. Dan beruntunglah orang-orang yang selalu bershalawat kepada Rasulullah Muhammad SAW, ketika amal tibangan baik mereka lebih ringan maka syafa’at Rasul datang kepada mereka untuk memberatkan amal baik kita.
E.       Hari Kekekalan ( Yaumul Abada )
Tibalah saatnya waktu yang ditunggu-tunggu yaitu penentuan untuk masuk ke Surga. Bagi mereka yang menerima Ijazah di tangan kanannya maka mereka berhak untuk masuk Surga namun bagi mereka yang menerima Ijazah di tangan kirinya maka mereka akan dijebloskan ke dalam Neraka yang apinya tak pernah padam. Dan umat yang pertama kali masuk Surga adalah umat Rasulullah SAW. Meraka menikmati Surga untuk selamanya.
Semua berharap untuk masuk ke Surga namun hanyalah orang-orang yang beruntung yang bisa menikmati surga. Dalam firman Allah:
“ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga?” ( Al Ayah ).
Hatiku bergetar ketika terlintas mendengar ayat tersebut, sangat wajar karena aku adalah seorang muslim


                

Minggu, 14 April 2013

PENIALAIAN KARAKTERISTIK SESEORANG



Aku adalah orang yang sangat egois,mau menang sendiri dan penuh ambisi atau ambisius begitulah orang – orang bilang padaku ketika meraka marah.Menerutku aku orangnya simpel,selalu ceria,tak pernah menyimpan rasa dendam,pemaaf dan suka bercanda.
Setiap orang  pasti mempunyai penilaian yang berbeda-beda begitu pun kita setiap menilai orang pasti berbeda beda orang beda penilain.

Menurut kita benar tapi belum tentu menurut orang benar juga,kita sebagai manusia harus berprinsip sama yaitu kita harus menilai orang dari beberapa segi aspek yaitu;

http://mcscv.com/image/bullet/cek17.jpgAspek intelegensi - pada aspek ini lebih dominan psikogram akan memberikan gambaran mengenai taraf kecerdasan individu dalam menyerap (daya tangkap) atas sebuah analisa maupun sintesa baik secara verbal dan non-verbal, Aspek ini juga menginterpretasikan daya ingat dan kematangan individu dalam kemampuan mengolah data berbasis angka aritmatika.

http://mcscv.com/image/bullet/cek17.jpgAspek sikap kerja - khusus pada aspek ini berhubungan langsung dengan masalah teknis pekerjaan, seperti :

·         Ketekunanan dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi justifikasi, baik sebelum maupun mendapatkan diklat khusus.

·         Kecepatan dalam melakukan analisa maupun solving problem pada suatu problematika pekerjaan yang erat dengan teknis, dan menemukan solusi yang praktis, cepat dan kongruen.

·         Kegigihan dalam menemukan dan menyelesaikan pekerjaan terutama dengan apa yang benar-benar belum pernah diketahui sebelumnya, kegigihan ini berhubungan dengan kesungguhan individu dengan tanggung jawab pada profesinya sesuai dengan yang dibidangi.

·         Sistematika kerja merupkana aspek pengukuran pada tingkat kemampuan individu dalam bekerja secara sistematis, karena sistematis tidak selalu pada hal yang terstruktur secara baku atau berurutan, namun sistematis adalah cara yang lebih tepat dengan alur dan flow chart yang lebih mudah dipahami meskipun dalam kondisi pemecahan yang kompleks.

·         Daya tahan terhadap stress - dalam aspek ini yang paling terukur adalah kemampuan seseorang untuk konsentrasi dan fokus dalam menemukan solusi dan pemecahan masalah, sekalipun harus berulang, hingga akhirnya dengan teknik pemahaman tertentu solusi benar-benar ditemukan dengan cara yang proporsional, jadi bukan meninggalkan masalah, Tapi benar-benar menyelesaikannya dengan motode atau bahkan dengan teknik yang lebih revolusioner.

·         Motifasi - aspek ini sebenarnya adalah kemampuan seseorang dalam mengaplikasikan dan menanampkan afirmasi yang positif sebagai daya ledak dan pacuan untuk lebih menemukan semangat yang lebih dari biasanya, namun dengan cara yang rasional dan mudah dipahami, jadi tidak sesedarhana dengan kata "tetap semangat", semoga memahami segmen penjelasan ini.

·         Kedisiplinan - untuk bagian ini adalah kecenderungan individu dalam menjaga konsistensinya terhadap apa yang menjadi bidangnya untuk terus berkembang, dengan struktur yang sistematis

http://mcscv.com/image/bullet/cek17.jpgAspek sosial emosional dan personality (Kepribadian), aspek ini memiliki bagian-bagian penting, seperti :

·         Stabilitas Emosi - Yaitu kemampuan seseorang untuk meredam apa yang bertentangan dengan kepribadian dan pemeikirannya, kemudian justru merubahnya menjadi sesuatu yang lebih fleksibel dan mudah dipahami, baik untuk diri sendiri dan orang disekitarnya. Kemampuan ini memang sudah basic, namun meraih kemampuan ini yang sebenarnya tidaklah mudah, butuh latihan khusus dan kesabaran. Ukuran stabilitas emosi seseorang yang tepat sangat penting untuk perusahaan, karena menyampaikan kalimat yang tepat pada orang yang tepat jauh lebih mudah daripada menyampaikan kata-kata pada orang yang belum tepat agar benar-benar memahami keseluruhan secara kultural dan struktural, kurang lebihnya seperti itu yang dimaksud stabilitas emosi.

·         Kepercayaan Diri - merupakan aspek dari individu dalam meyakini apa saja yang menjadi bakat dan kompetensinya agar bisa beradaptasi dalam menemukan solusi pada kondisi komplek. Namun kepercayaan diri yang dimaksud bukan pada over confident, Tapi karena benar-benar memahami inter personal sendiri dan meng-interpretasikan-nya keluar dengan cara yang wajar, dan memotivasi orang sekelilingnya dengan bentuk pemahaman baru yang positif.

·         Aspek komunikasi - dalam tahap ini yang diukur adalah kemampuan seseorang dalam hal verbal, yaitu dalam menyampaikan pemikiran yang rumit dan kritis namun dengan kalimat yang mudah dipahami dan lebih sederhana, indvidu yang masuk dalam kategori ini adalah termasuk mereka-mereka yang diplomatis dalam menyampaikan pemikiran secara tepat dalam kontek verbal. Kemampuan inipun tidaklah mudah diraih karena sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa mengkomunikasikan pemikiran dengan cara yang tepat pada orang yang tepat jauh lebih mudah daripada sebaliknya, kemampuan individu dalam menguasai kemampuan komunikasinya disebut komunikatif.

·         Aspek Kerjasama (Team Work Based) - Merupakan kemampuan seseorang dalam mendelegasikan apa yang menjadi pemikirannya agar mudah membaur dan bekerja sama dalam satu target, Kemampuan ini realitanya bisa diraih dengan jam terbang yang tinggi karena memahami orang dengan berbagai karakter membutuhkan rasa simpati dan empati yang lebih dari biasanya.

·         Aspek penyesuaian diri atau adaptasi - aspek ini merupakan kemampuan individu dalam beradaptasi pada habitat yang baru, Individu yang mempunyai kemampuan beradaptasi yang baik, adalah individu yang mudah masuk pada habitat yang belum tepat sekalipun, dan mampu membuat kesepahaman, untuk suatu destination. Aspek penyesuaian diri ini penting dalam suatu perusahaan atau institusi untuk menerima hal-hal perencanaan baru dan menginplementasikan dengan orang yang berbeda-beda dengan tujuan yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Aspek kepemimpinan atau manajerial - aspek ini merupakan kemampuan indvidu maupun kandidat dalam mendeskripsikan apa yang menjadi visinya baik secara teknis dan menejemen dalam bentuk grand plan, yang didalamnya nantinya menerjemahkan mekanika dalam kemampuan mengorganisir, memberikan instruksi maupun pengawasan terhadap tugas-tugas teknis yang berorientasi pada komitmen kebersamaan (Team Work). Aspek manajerial juga memuat kemampuan melakukan feed back baik pada relasi maupun kemampuan pendekatan pada bawahan dengan cara yang lebih familiar meskipun berorientasi tugas dan justifikasi.

Sikap manusia tidak selamanya baik dan juga tidak selamanya buruk. Ada waktunya seorang melakukan hal baik dan ada waktunya seorang manusia melakukan hal buruk. Baik dan buruk merupakan dua sifat yang terdapat dalam manusia, dan kedua sifat tersebut saling bertentangan atau berkebalikan. Secara garis besar seseorang dikatakan baik apabila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif). Sedangkan pengertian buruk adalah segala sesuatu tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku. Pendefinisian arti dari kata baik dan buruk pun memiliki banyak makna. Dibawah ini akan dijelaskan tentang batasan-batasan seorang manusia dikatakan telah melakukan hal baik atau hal buruk dalam hidupnya.

Menurut Agama

Kebaikan dan keburukan menurut agama merupakan taqwa. Taqwa merupakan suatu sikap yang menjalankan segalah perintah tuhan dan menjauhi semua yang dilarang oleh tuhan yang maha esa.

Menurut Paham Kebahagiaan (Hedonisme)

Menurut paham ini baik dikatakan bahwa jika tingkah laku atau perbuatan yang melahirkan kebahagiaan dan kenikmatan atau kelezatan bagi dirinya sendiri. Dikatakan buruk apabila seorang mengusik keasikan seorang yang berpaham hedonisme dalam menikmati segala sesuatu yang dia sukai. Ada tiga sudut pandang dari paham ini, yaitu pertama hedonisme individual atau egostik hedonism yang menilai bahwa jika suatu keputusan baik bagi pribadinya maka disebut baik, sedangkan jika keputusan tersebut tidak baik maka itulah yang buruk. Kedua Hedonisme rasional atau rationalistic hedonism yang berpendapat bahwa kebahagiaan atau kelezatan individu itu haruslah berdasarkan pertimbangan akal sehat. Dan yang terakhir ketiga universal hedonism yang menyatakan bahwa yang menjadi tolak ukut apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu melahirkan kesenangan atau kebahagiaan kepada seluruh makhluk.

Menurut Bisikan Hati (Intuisi)

Bisikan hati adalah kekuatan batin yang dapat menidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih dahulu melihat akibat yang dtimbulkan perbuatan itu. Bisikan hati lebih banyak membantu tika dalam memilih hal-hal yang baik, dan mencegah kita dalam meilih hal-hal yang menurutnya kurang baik. Faham ini merupakan bantahan terhadapt faham hedonisme yang telah dibahas. Tujuan utama dari aliran ini adlah keutamaan keunggulan, keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai kebaikan budi pekerti. Seseorang yang memilihi intuisi yang kuat (atau berperasaan kuat) biasanya memutuskan suatu apapun dengan memikirkan baik dan buruknya untuk dia nantinya, walaupun dalam hal memutuskan membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi keutusan yang nantinya diambil kemungkinan besar memiliki pengaruh yang cukup besar untuk dia dan lingkungan sekitar dia.

Menurut Evolusi

Paham ini berpendapat bahwa segaa sesuatu yang ada di alam ini selalu (secara berangsur-angsur) mengalami perubahan yaitu berkembang menuju kearah kesempurnaan. Dengan mengadopsi teori darwin bahwa nilai moral harus selalu berkompetisi dengan nilai yang lainnya, bahkan dengan segala yang ada di alam ini, dan nilai moral yang bertahan (tetap)yang dikatakan dengan baik, dan nilai-nilai yang tidak bertahan (kalah dengan perjuangan antar nilai) dipandang sebagai buruk. Dalam padam evolusi ini dikenal dengan Hukum Rimba, yang artinya bahwa siapa yang terkuatlah dan bisa beradaptasilah dia yang menang dan bertahan hidup dan tidak mati.

Menurut Eudacminisme

Prinsip pokok paham ini adalah kebahagiaan bagi diri sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain. Menurut Aristoteles, untuk mencapat eudaemonia ini diperlukan 4 hal, yaitu pertama kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan dan kekuasaan. Kedua kemauaan. Ketiga Perbuatan baik. Dan yang terakhir keempat pengetahuan batiniah.

Menurut Aliran Pragmatisme

Aliran ini menitik beratkan pada hal-hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. Yang menjadi titik beratnya adalah pengalaman oleh karena itu penganut paham ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab kebenaran bersifat abstrak dan tidak akan diperoleh dalam dunia empiris.

Menurut Aliran Naturalisme

Menurut aliran ini dalam menjadi tolak ukuran baik dan buruk adalah, apakah sesuai dengan keadaan alam. Apabila alami maka dikatakan baik, sedangkan apabila tidak alami dipandang buruk. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta, maka itu digolongkan menjadi buruk bagi paham ini. Paham ini lebih mementingkan menyati dengan alam, dalam melakukan seluruh aktifitasnya dan memenuhi seluruh kebutuhannya. Mereka lebih suka menyatu dengan alam sekitarnya. Contoh orang-orang yang masih memluk paham ini adalah orang-orang suku pedalaman.

Menurut Aliran Vitalisme

Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran naturalisme sebab menurut paham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu bukan alam tetapi vitae atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Aliran ini terdiri dari dua kelompok, yaitu pertama vitalisme pessimistis (negative vitalis) dan kedua vitalisme optimisme. Kelompok pertama dikenal dengan untkapan homo homini lupus yang artinya manusia adalah serigala bagi manusia lain. Sedangkan menurut aliran kedua perang adalah halal, sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang kekuasaan. Tokoh terkenal aliran vitalisme adalah F. Niettsche yang banyak memberikan pengaruh terhadap Adolf Hitler.

Menurut Aliran Gessingnugngsethik

Diprakasai oleh Albert Scheitzer, seorang ahli Teologm musik, medik, filsuf dan etika yang terpenting menurut aliran in adalah penghormatan akan kehdupan, yaitu sedapat mungkin setiap makhluk harus saling menuling dan berlaku baik. Ukuran kebaikan adalah pemelihataan akan kehidupan dan yang buruk adalah setiap usaha berakibat kebinasaan dan menghalangi-halangi hidup.

Menurut Aliran Idealisme

Sangat mementingkan eksistensi akal pikiran manusia sebab pikiran manusialah yang menjadi sumber ide. Ungkapan terkenal dari aliran ini adalah “segala yang ada hanyalah yang tiada” sebab yang ada itu hanyalah gambaran/perwujudan dari alam pikiran (bersifat tiruan). Sebaik apapun tiruan tidak akan seindah aslinya (yaitu ide). Jadi yang bai itu hanya apa yang ada di dalam ide itu sendiri.

Menurut Aliran Eksistensialisme

Etika Eksistensialisme berpandangan bahwa eksistensi di atas dunia selalu terkait pada keputusan-keputusan individu, Artinya, andaikan individu tidak mengambil suatu keputusan maka pastilah tidak ada yang terjadi. Individu sangat menentukan terhadao sesuatu yang baik, terutama sekali bagi kepentingan dirinya. Ungkapan dari aliran ini adalah “ Truth is subjectivity” atau kebenaran terletak pada pribadinya maka disebutlah baik, dan sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi pribadinya maka itulah yang buruk.

Menurut Aliran Marxisme

Berdasarkan “Dialectical Materialsme” yaitu segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan material pun juga harus mengikuti jalan dialektikal itu. Aliran ini memegang motto “segala sesuatu jalan dapatlah dibenarkan asalkan saja jalan dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu tujuan”. Jadi apapun dapat dipandang baik asalkan dapat menyampaikan/menghantar kepada tujuan

Menurut Paham Positivisme

Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan (seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik).

Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan. Terdapat tiga tahap dalam perkembangan positivisme, yaitu:

1. Tempat utama dalam positivisme pertama diberikan pada Sosiologi, walaupun perhatiannya juga diberikan pada teori pengetahuan yang diungkapkan oleh Comte dan tentang Logika yang dikemukakan oleh Mill. Tokoh-tokohnya Auguste Comte, E. Littre, P. Laffitte, JS. Mill dan Spencer.

2. Munculnya tahap kedua dalam positivisme – empirio-positivisme – berawal pada tahun 1870-1890-an dan berpautan dengan Mach dan Avenarius. Keduanya meninggalkan pengetahuan formal tentang obyek-obyek nyata obyektif, yang merupakan suatu ciri positivisme awal. Dalam Machisme, masalah-masalah pengenalan ditafsirkan dari sudut pandang psikologisme ekstrim, yang bergabung dengan subyektivisme.

3. Perkembangan positivisme tahap terakhir berkaitan dengan lingkaran Wina dengan tokoh-tokohnya O.Neurath, Carnap, Schlick, Frank, dan lain-lain. Serta kelompok yang turut berpengaruh pada perkembangan tahap ketiga ini adalah Masyarakat Filsafat Ilmiah Berlin. Kedua kelompok ini menggabungkan sejumlah aliran seperti atomisme logis, positivisme logis, serta semantika. Pokok bahasan positivisme tahap ketiga ini diantaranya tentang bahasa, logika simbolis, struktur penyelidikan ilmiah dan lain-lain.

Menurut Paham Positivisme Logis

Dalam perkembangannya, positivisme mengalami perombakan dibeberapa sisi, hingga munculah aliran pemikiran yang bernama Positivisme Logis yang tentunya di pelopori oleh tokoh-tokoh yang berasal dari Lingkaran Wina. Positivisme logis adalah aliran pemikiran dalam filsafat yang membatasi pikirannya pada segala hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisis definisi dan relasi antara istilah-istilah. Fungsi analisis ini mengurangi metafisika dan meneliti struktur logis pengetahuan ilmiah. Tujuan dari pembahasan ini adalah menentukan isi konsep-konsep dan pernyataan-pernyataan ilmiah yang dapat diverifikasi secara empiris. Tujuan akhir dari penelitian yang dilakukan pada positivisme logis ini adalah untuk mengorganisasikan kembali pengetahuan ilmiah di dalam suatu sistem yang dikenal dengan ”kesatuan ilmu” yang juga akan menghilangkan perbedaan-perbedaan antara ilmu-ilmu yang terpisah. Logika dan matematika dianggap sebagai ilmu-ilmu formal. Positivisme berusaha menjelaskan pengetahuan ilmiah berkenaan dengan tiga komponen yaitu bahasa teoritis, bahasa observasional dan kaidah-kaidah korespondensi yang mengakaitkan keduanya. Tekanan positivistik menggarisbawahi penegasannya bahwa hanya bahasa observasional yang menyatakan informasi faktual, sementara pernyataan-pernyataan dalam bahasa teoritis tidak mempunyai arti faktual sampai pernyataan-pernyataan itu diterjemahkan ke dalam bahasa observasional dengan kaidah-kaidah korespondensi.

Menurut Akal

Kebaikan dan keburukan dalam penilaian akal merupakan salah satu pembahasan klasik dan rumit dalam teologi Islam dan menjadi diskusi yang berkepanjangan dikalangan para ilmuan. Para teolog Imamiah dan Mu’tazilah merupakan pendukung konsep kebaikan dan keburukan dalam penilaian akal. Berdasarkan pandangan ini, akal bisa menghukumi mana sebuah perbuatan yang baik dan buruk dengan tanpa bantuan dan bimbingan syariat. Menurut teori ini, Tuhan tidak mungkin melakukan perbuatan yang tidak baik dan buruk. Sementara Asyariah mengatakan bahwa kemampuan akal dalam menentukan baik dan buruknya sebuah perbuatan tidak memiliki independensi sama sekali, dan meyakini bahwa yang ada hanyanya baik dan buruk yang ditentukan agama. Dalam pandangannya, perbuatan dikatakan baik apabila dihukumi oleh syariat adalah baik dan perbuatan disebut buruk jika dikatakan oleh syariat ialah buruk. Akal manusia dalam konteks ini, tidak mampu mendeteksi dan menentukan baik dan buruknya suatu perbuatan, bahkan yang menjadi syarat keutamaan suatu perbuatan tersebut adalah kebergantungannya pada perintah dan larangan Tuhan.

Menurut Aliran Utilitarisme (Teori Moral)

Utilitarisme yakni, bahwa kita harus bertindak sedemikian rupa sehingga menghasilkan akibat-akibat sebanyak mungkin dan sedapat dapatnya mengelakan akibat-akibat buruk. Kebahagiaan tercapai jika ia memiliki kesenangan dan bebas dari kesusahan. Suatu perbuatan dapat dinilai baik atau buruk sejauh dapat meningkatkan atau mengurangi kebahagiaan sebanyak mungkin orang. Menurut prinsip utilitarian Bentham: kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar. Prinsip kegunaan harus diterapkan secara kuantitatif, karena kualitas kesenangan selalu sama sedangkan aspek kuantitasnya dapat berbeda-beda. Dalam pandangan utilitarisme klasik, prinsip utilitas adalah kebahagiaan terbesar dari jumlah jumlah terbesar(the greatest happiness of the greatest number). Menurut Bentham prinsip kegunaan tadi harus diterapkan secara kuantitatif belaka.

Akhirnya, Bentham mengatakan bahwa keuntungan bagi sebuah filsafat moral berdasarkan prinsip utilitarian. Mulai dari prinsip utilitarian adalah bersih (dibandingkan dengan prinsip-prinsip moral lainnya), memungkinkan bagi sasaran dan diskusi publik, dan memungkinkan keputusan dibuat untuk dimana terlihat konflik (prima facie) keinginan yang legitimate. Selanjutnya, dalam menghitung kenikmatan dan penderitaan terlibat dalam membawa sebuah masalah aksi (the “hedonic calculus”), ada sebuah komitmen fundamental terhadap persamaan derajat manusia. Prinsip utilitarian mengandaikan bahwa “one man is worth just the same as another man” ada garansi bahwa dalam menghitung the greatest happiness “setiap orang dihitung satu dan tak lebih dari sekali”.
Pandangan Jeremy Bentham sangat berbeda, dan dia beragumentasi bahwa “jangan terburu-buru menilai mana yang baik dan mana yang salah, karena semuanya itu harus ditetapkan dan bertujuan untuk memberikan kebaikan pada orang yang paling banyak”.
Dengan kata lain, Kant menempatkan benar terlebih dahulu, baru yang baik, sedangkan Bentham menempatkan baik terlebih dahulu, baru benar. Model atau mahzab yang menganut Kant disebut Kantian, sedangkan model atau mahzab yang dianut Bentham disebut Utilitarianis. Bagi seorang Utilitarianis, dia akan melakukan pembohongan, dengan alasan menyelamatkan nyawa lebih penting, dan apakah berbohong itu salah, Utilitarianis akan mengatakan iya itu salah, tetapi menyelamatkan nyawa adalah hal yang baik untuk dilakukan. Dalam hal inilah, baik dan benar ternyata tidak selalu seiring dan sejalan. Kesimpulan dari aliran Utilitarisme ini adalah “Teori kebahagian terbesar yang mengajarkan manusia untuk meraih kebahagiaan (kenikmatan) terbesar untuk orang terbanyak. Karena, kenikmatan adalah satu-satunya kebaikan intrinsik, dan penderitaan adalah satu-satunya kejahatan intrinsik”. Oleh sebab itu, Bentham memperkenalkan prinsip moral tertinggi yang disebutnya asas kegunaan atau manfaat (the principle of utility).

Kekuatan utilitarisme terletak dalam:

 

Rasionalitas tindakannya: tindakan harus dipilih dan dipertanggungjawabkan (maka juga menekankan tanggung jawab) apakah berguna bagi sebanyak mungkin orang atau tidak. Utilitarisme menciptakan suasana pertanggungjawaban. Segala tindakan moral tidak dapat dikatakan benar, meski sesuai peraturan abstrak sebelum dipertanggungjawabkan dari akibat-akibatnya terhadap semua pihak.

Universalitas akibat atau keberlakuan tindakannya: mengatasi egoismetis, utilitarisme berikhtiar mencapai kebahagiaan semua orang. Utilitarisme menuntut perhatian terhadap semua kepentingan semua orang yang terpengaruh akibat tindakan itu, termasuk pelaku itu sendiri

Empat unsur tolok ukur utilitarisme:

Mengukur moralitas sebuah peraturan atau tindakan dari akibat-akibatnya.

Akibat-akibat yang ditimbulkan adalah akibat yang berguna.

Nilai utilitarisme adalah (eudemonisme) tindakan yang betul dalam arti moral adalah yang menunjang kebahagiaan.

Utilitarisme menuntut agar kita selalu mengusahakan akibat baik atau nikmat sebanyak-banyakny. Maka dari itu apabila aliran utilitarisme ini dikorelasikan dengan cara beretika yang sesuai dengan profesinya yaitu sebagai contoh : Degradasi Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah Saat Ini

         Bermula dari permasalahan dan kondisi masyarakat yang semakin memprihatinkan, penyelesaian kasus-kasus tidak kunjung selesai berdampak pada demontrasi dan tindakan-tindakan anarkis lainnya. Hal tersebut memberikan bukti bahwa telah terjadi kemerosotan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Sebagai akibat kasus-kasus korupsi yang belum dapat diselesaikan dengan baik serta kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah belum menyentuh akar permasalahan yang dihadapi masyarakat. DATA menyebutkan, peringkat indeks korupsi (IPK) Indonesia tahun lalu di posisi 111. Pada 2008 posisi Indonesia naik, yakni peringkat 126. Untuk 2009, Indonesia di posisi 5 lingkungan ASEAN atau lebih rendah dibandingkan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand. Kondisi saat inilah, yang menyebabkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin merosot karena hak-hak rakyat terabaikan. Sebagai dampak buruknya kebijakan yang tidak berdasarkan asas manfaat adalah kemiskinan, data BPS memberikan fakta kemiskinan di Indonesia ’’Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Indonesia pada Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15 persen), dan persentase penduduk miskin antara daerah perdesaan.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kajian ini adalah ditinjau dari segi filsafat pemerintahan membutuhkan suatu paham pemikiran yang dianggap tepat guna segera keluar dari krisis yang berkepanjangan. Suatu paham atau teori yang dapat menjadi sumber bagi pembaharuan hukum dan sosial politik sekaligus pedoman bagi pelaksana pemerintahan.
Utilitarisme merupakan salah satu teori dalam filsafat moral yang mengukur tingkat moralitas berdasarkan atas nilai kegunaan. Prinsip utamanya adalah ’’suatu tindakan dapat dibenarkan secara moral apabila akibat-akibatnya menunjang kebahagiaan sebanyak mungkin orang yang bersangkutan sebanyak mungkin

Otoritas yang diterapkan dalam teori utilitarisme bukan berarti menjadi kesewenang-wenangan pemerintah dalam mengambil keputusan. Hal ini untuk membentuk citra ketegasan pemerintah sebagai seorang pemimpin. Diharapkan pemimpin agar tidak ragu-ragu dalam menetapkan suatu keputusan. Keraguan hanya membuat masyarakat semakin memandang pemimpin tidak mampu menjalankan kepemimpinannya yang mengakibatkan hilangnya wibawa di mata rakyat. Keputusan yang baik adalah keputusan yang memberikan efek positif kepada masyarakat banyak, meski ada beberapa hal yang harus dikorbankan.

 

Sumber Refrensi:

1)http://www.mcscv.com/produk_detail.php?page-id=Aspek-Penilaian-Psikotes-Standar-Psikogram&rdmt=89417&id=defadm&pid=Psikogram

2).http://www.yahya29zulkarnain.blogspot.com/2012/04/penilaian-baik-dan-buruk-dari-berbagai.html

 

Penilaian Karakteristik seseorang

Kamis, 05 Agustus 2010

Menggapai Cita: SEMANGAT

Menggapai Cita: SEMANGAT

SEMANGAT

"Orang sukses adalah orang yang mau mengeluarkan potensi yang terpendam di dalam dirinya.Ia yakin akan sesuatu yang terpendam di dalam dirinya sehingga rintangan apapun yang menghalanginya tidak akan dapat menggoyahkan semangatnya".
"Orang yang mempunyai cita-cita akan sia-sia apabila ia tidak mempunyai perbekalan dalam meraih cita-citanya"
"Cita-cita tanpa perbekalan bagaikan ayam yang mempunyai sayap tetapi tidak mempunyai semangat untuk terbang"


Perbekala untuk meraih cita:
1.Mempunyai Semagat
2.Mempunyai Usaha
3.Mempunyai Pengobanan

Sabtu, 24 Juli 2010

Kemanangan adalah sebuah keistimewaana yang sangat berharga...Raihlah kemenangan itu dengan tangan...Jangan sampai kemenangan itu terlepas dari kita...kita harus berkorban demi meraiah kemanangan itu...
Bukankah ketika kita berada dalam rahim kita memperebutkan sel telur dengan berjuta-juta saingan kita...kita dilahirkan di dunia ini karena kita menang dalam merebut sel telur...dan ynag kalah akan mati...!